LAPORAN
RESMI
PRAKTIKUM
KIMIA DASAR

Disusun
Oleh :
Nama : Tryana Aryadi
NIM : 12/15067/BP_SPKS
Kelas : SPKS H
Jurusan : Budidaya Pertanian
Fakultas : Pertanian
Kelompok : V
( Lima )
Acara
: I ( Pengenalan Alat dan Bahan )
Co. Ass : Julia
Handayani
INSTITUT
PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
I.
Acara : 1
(Pengenalan Alat dan Bahan)
II.
Tanggal
Praktikum : 16 Oktober 2012
III.
Tujuan : Mengenal
beberapa macam alat yang sederhana.
IV.
Dasar
teori
Kimia dari bahasa arab كيمياء "seni
transformasi" dan bahasa yunani χημεία khemeia alkimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi
dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau
transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan
sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu
dengan tujuan untuk menerapkan pengteetahuan disebut pada tingkat makroskopik.
Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada
tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom.
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum kimia adalah atbung reaksi, penjepit, pengaduk gelas, corong, gelas
arloji, gelas ukur, gelas piala, erlenmeyer, pipet gondok, pipet ukur, pipet
tetes, labu ukur, buret, bol pipet. Dengan bahan-bahan seperti HCl (asam klorida)
NaOH (Natrium hidroksida) dan asam oksaloasetat. Tabung
reaksi berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan zat-zat kimia di dalam
laboratorium. Tabung reaksi terbuat dari kaca yang bersifat tahan panas dan
dapat dipanaskan. Dengan tabung reaksi ini kita dapat melihat reaksi-reaksi
kimia dengan jelas karena kacanya yang bening.Penjepit terbuat dari kayu,
digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat pmanasan. Pengaduk gelas
digunakan untuk mengaduk suatu larutan atau campuran kimia pada melakukan
reaksi kimia. Digunakan juga untuk menolong pada waktu menuangkan/mendekantir
cairan dalam proses penyaringan. Corong
biasanya terbuat dari gelas namun ada
juga yang terbuat
dari plastik. Digunakan
untuk membantu memasukkan/menuangkan cairan kedalam suatu wadah dengan mulut
sempit, seperti: labu ukur, botol, buret, dsb.
Gelas
arloji terbuat dari gelas, digunakan untuk tempat zat yang akan ditimbang. Gelas ukur berupa gelas tinggi dengan
skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan
panas. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 L. Digunakan untuk mengukur volume
larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah
tertentu. Alat ini punya skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh
digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas.
Gelas
piala disebut
juga gelas beker. Ala ini bukan alat pengukur (walaupun terdapat skala, namun
ralatnya cukup besar). Digunakan untuk tempat larutan dan dapat juga
untuk memanaskan larutan kimia. Untuk
menguapkan solven/pelarut atau untuk melekatkan. Terdapat berbagai ukuran dari
25 ml sampai 5 l.
Erlenmeyer
terbuat dari kaca. Digunkana untuk tempat zat yang di titrasi. Kadang-kadang
boleh digunakna untuk memanaskan larutan tetapi bukan sebagai alat pengukur.
Zat yang digunakan
untuk mentitrasi (titraan) ditempatkan dalam buret dan dikeluarkan sedikit demi
sedikit melalui keran. Volume dari zat yang dipakai dapat dilihat dari skala.
Pipet
gondok pada bagian tengahnya ada sebagian yang memebesar (gondok). Ujung yang
runcing digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu secara tepat.
Alat ini lebih tepat daripada gelas ukur. Ukurannya juga bermacam-macam.
Digunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan.
Pipet
ukur berbeda dengan pipet gondok, pipet ini bagiannya sama. Digunakan untuk
mengambil larutan dengan volume tertentu. Mempunyai ukuran berbeda, dan
mempunyai skala. Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan,
jangan dihisap dengan mulut. Pipet
tetes berupa pipet kecil yang terbuat dari kaca atu plastik dengan ujung bawah
yang meruncing serta ujung atasnya ditutup karet. Berguna untuk mengambil
cairan dalam skala tetesan kecil.
Labu
ukur terbuat dari gelas, dengan bagian bawahnya mengembang, dasar rata dan leher kecil dengan
satu garis tanda Digunkan untuk mengukur
sejumlah volume tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukran yang
terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan
pipet. Memiliki kapasitas 5 ml – 5 l dan biasanya instrumen ini digunakan untuk
mengencerkan zat tertentu hingga batas leher labu. Untuk zat berwarna
penambahan aquades hingga dasar meriskus yang menyentuh leher labu/meriskus
berada di atas garis leher.
Buret
adalah sebuah peralatan gelas laboratorium berbentuk silinder yang memiliki
garis ukur dan sumber keran pada bagian bawahnya. Ia digunakan untuk meneteskan
sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti
eksperimen titrasi. Buret
terbuat dari gelas. Mempunyai skala dan keran. Digunakan untuk melakukan
titrasi. Zat yang digunakan untuk mentitrasi ditempakan dalam buret, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui
keran volume dari zat yang dipakai dan dilihat pada skala.
Asam-klorida adalah larutan
akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat dan merupakan
komponen utama dalam asam lambung, Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam
industri. Asam-klorida
harus ditangani dengan mewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan
yang sangat korosif.
Natrium-klorida (NaOH) juga
dikenal sebagai soda kuastik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam
kuastik. Natrium hidroksida dari oksida basa natrium klorida dilarutkan dalam
air. Natrium hidrksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke
dalam air. Digunakn sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas,
tekstil, air minum,
sabun dan detergen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan
dalam laboratorim kimia. Asam-oksaloasetat adalah
molekul yang memiliki empat asam karbon, hingga menghasilkan siklus asam sitrat,
dimulai dengan satu molekul H2O, melepaskan gugus –A, dan mendonorkan dua atom
karbon yang tersisa dalam
bentuk gugus asetil kepada asam oksaloasetat hingga menghasilkan asam sitrat
dengan enam atom karbon.
V.
Alat
dan Bahan
Alat
yang dibutuhkan adalah, antara lain sebagai berikut:
A. Alat
1. Tabung
Reaksi. 2 buah
2. Penjepit. 1 buah
3. Pengaduk
Spatula. 1 buah
4. Corong. 1 buah
5. Gelas
Arloji. 1 buah
6. Gelas Ukur 1
buah
7. Gelas
Piala. 1 buah
8. Erlenmeyer. 1 buah
9. Pipet
: 3 buah,
antara lain sebagai berikut:
-
Pipet Gondok.
-
Pipet Ukur.
-
Pipet Tetes {Pasteur)
10. Labu
Ukur. 1 buah
11. Buret. 1 buah
12. Bol Pipet 3
buah
B. Bahan
1. HCl secukupnya
2. H2SO4
secukupnya
3. NaOH secukupnya
VI. Hasil Pengamatan
A. Alat
NO
|
Nama Alat
|
Gambar
|
Keterangan
|
1
|
Tabung
Reaksi
|
![]() |
Terbuat dari gelas, digunakan untuk
mereasikan zat-zat kimia dalam jumlah sedikit.
|
2
|
Penjepit
|
![]() |
Terbuat dari kayu atau kawat, fungsinya untuk memegang tabung reaksi
pada pemanasan.
|
3
|
Pengaduk
|
![]() |
Funsinya untuk mengaduk campuran atau
zat-zat kimia pada waktu melakukan reaksi-reaksi kimia.
|
4
|
Corong
|
![]() |
Terbuat dari gelas, digunakan untuk
membantu memasukan air pada tempat yang sempit mulutnya, seperti: botol, labu
ukur, buret, dan sebagainya.
|
5
|
Gelas Arloji
|
![]() |
Terbuat dari gelas, dengan bentuk agak
cembung yang berfunsi sebagai penimbang zat yang berbentuk kristal.
|
6
|
Gelas Ukur
|
![]() |
Berfunsi untuk mengukur volume zat
kimia dalam bentuk cair.
|
7
|
Gelas Piala
|
![]() |
Berfungsi untuk tempat larutan dan
dapat untuk memanaskan larutan-larutan zat kimia.
|
8
|
Erlenmeyer
|
![]() |
Alat ini bukan alat pengukur,
digunakan untuk empat zat yang di titrasi.
|
9
|
Pipet
|
||
Pipet Volume
|
![]() |
Digunakan untuk mengambil larutan
dalam jumlah yang kecil.
|
|
Pipet Ukur
|
![]() |
Digunakan untuk mengambil larutan dalam volume
tertentu.
|
|
Pipet Tetes
|
![]() |
Digunakan untuk mengambil larutan
dalam volume tertentu secara tepat.
|
|
10
|
Labu Ukur
|
![]() |
Terbuat dari gelas, digunakan untuk
mengukur sejumlah volume tertentu cairan yang tepat.
|
11
|
Buret
|
![]() |
Terbuat dari gelas, yang mempunyai
sekala dan kran, digunakan untuk melakukan titrasi.
|
12
|
Bol Pipet
|
![]() |
s.
Menyedot cairan atau udara.
e.
Mengeluarkan cairan atau udara.
|
B.
Bahan
No
|
Nama Bahan
|
Keterangan
|
1
|
HCl (Hydrochloric-acid;asam-khlorida)
|
Yaitu, larutan akuatik dari
gas hidrogen klorida yang menyebabkan
luka bakar dan dermatitis, bahan ini memiliki berat molekul 36,45.
|
2
|
H2SO4 (Sulfuric-acid; asam-sulfat)
|
Yaitu, bahan kimia yang berbahaya karena bersifat
korosit, higroskopis, dan bersifat membakar, bahan ini memiliki berat molekul
98,08.
|
3
|
NaOH (Sodium-bydroxida; natrium-hidroksida)
|
Yaitu, bersifat higroskofis, dan mudah menyerap gas
karbon dioksida,bahan ini memiliki berat molekul 40,01.
|
Berikut ini beberpa simbol tingkat bahaya suatu bahan:
No
|
Nama Bahan
|
Gambar
|
Keterangan
|
1
|
Toxic
|
![]() |
Beracun
|
2
|
Extremily Tlommable
|
![]() |
Mudah terbakar
|
3
|
Explosive
|
![]() |
Mudah meledak
|
VII.
Pembahasan
Sebelum
melakukan praktikum kita harus mengatahui nama-nama alat, bentuk alat, fungsi alat dan bahan-bahan yang digunakan.
Agar praktikan mengerti cara penggunaan dan bahaya bahan-bahan yang akan
digunakan. Pengenalan
bahan ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi tentang bahan kimia yang sifatnya sangat berbahaya.
Banyak bahan kimia yang harus ditangani dengan hati-hati. Karena bahan yang
digunakan dalam praktikum ini perlu mendapat perhatian khusus karena sifatnya
yang dapat mengganggu kesehatan. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain sebagai
berikut :
Hcl
( Hydrochloric-acid; asam-khlorida ), adalah gas yang tidak berwarna yang
berbentuk kabut putih, memiliki berat molekul 36,45. Bahan-bahan kimia ini
sangat berbahaya bagi kita karena dapat menyebabkan luka bakar dan dermanitis
atau kulit melepuh, demikian juga uapnya dapat menyebabkan hal yang sama.H2SO4
(Sulfuric-acid; asam-sulfat ) yang mempunyai berat molekul 98,08 ini
sangat berbahaya karena dapa merusak jaringan tubuh, sangat bersifat korosit,
higroskopis dan bersifat membakar bahan organik. Untuk pengenceran asam sulfat
perlahan-lahan dalam air maupun alcohol dengan menimbulkan panas dan penyusutan volume.
NaOH
( Sodium-Hydroxida; natrium-hidroksida;caustic soda ). Yang memiliki berat
molekul 40,01 bersifat higroskopis , dan
mudah menyerap gas karbon dioksida ( CO2 ). NaOH adalah sejenis basa
logam kuastik yang berbentuk dari oksida basa. NaOH dilarutkan kedalam air dan
brwarna putih, NaOH sangat banyak digunakan untuk bahan campuran zat kimia yang
biasanya di pakai sebagai penelitian –
penelitian didalam laboratorium yang dilakukan oleh para ahli sebagai zat
campuran pembuatan larutan ataupun sebagai campuran untuk bahaan kimia, karena
NaOH mempunyai banyak multi fungsi dalam
berbagai bidang terutamma bidang industri.
Peralatan
yang kita pakai dalam praktikum pasti terkontaminasi dengan bahan kimia yang
kita gunakan. Maka dari itu setelah kita melakukan praktikum peralatan yang
kita pakai harus dicuci. Hal ini dimaksudkan agar kita menjaga kebersihan dari alat-alat
tersebut. Agar untuk penggunaan dalam
praktikum selanjutnya terasa nyaman apabila peralatan yang kita gunakan
tersebut dalam keadaan bersih. Cara membersihkannya, yaitu dengan mencuci
alat-alat tersebut dengan menggunakan air bersih, hal ini dilakukan agar
praktikan bisa mengerti cara-cara
perawatan pada alat-alat praktikum kimia dasar.
Hal
itu dilakukan senantiasa untuk memberikan pemahaman kepada praktikan agar bisa
membiasakan selalu menjaga alat-alat dan bahan praktikum kimia yang sangat rentan
dan sifatnya sangat berbahaya, karena kebanyakan alat-alat kimia yang dipakai
terbuat dari bahan-bahan
yang mudah pecah, karena alat-alat
yang digunakan terbuat dari kaca. Dengan adanya pengenalan alat-alat praktikum kimia
dasar ini di harapkan praktikan tidak
salah dalam penggunaan dan bisa memahami serta menggunakannya untuk kegiatan praktikum
selanjutya.
VIII.
Kesimpulan
Berdasarkan dari
praktikum pengenalan alat dan bahan maka
kita dapat menyimpulkan beberapa hal antara lain sebagai berikut :
1. Kita
dapat mengenal alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum.
2. Setiap
alat mempunyai fungsi dan bentuk yang
berbeda.
3. Dalam
kegiatan praktikum kita harus hati-hati dalam
menggunakan alat dan bahan, karena kalau tidak akan berakibat fatal.
4. Kita dapat mengetahui berat molekul sifat
dan fungsi dari bahan yang akan kita
gunakan.
5. Alat
yang akan digunakan terbuat dari bahan yang berbeda-beda.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012, petunjuk
Praktikum Kimia Dasar, Laboratoraium Kimia;
INSTIPER.
Fessenden, 1997, Kimia Organik. Jakarta; Erlangga.
Parker,
Stift, 2008,
Dunia Sains Kimia dan Perubahannya, Jakarta; karisma
Ralp. H. 1997, Kimia Dasar, Jakarta; Erlangga

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar