Selasa, 04 Februari 2014

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM KIMIA DASAR (Pengenalan Alat dan Bahan )

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM KIMIA DASAR


instiper-logo.jpg


Disusun Oleh :
                                    Nama               : Tryana Aryadi
                                    NIM                : 12/15067/BP_SPKS
                                    Kelas               : SPKS H
                                    Jurusan            : Budidaya Pertanian
                                    Fakultas           : Pertanian
                                    Kelompok       : V ( Lima )
                                    Acara               : I ( Pengenalan  Alat dan Bahan )
                                    Co. Ass           : Julia Handayani



INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2012
I.         Acara                           : 1 (Pengenalan Alat dan Bahan)
II.      Tanggal Praktikum   : 16 Oktober 2012
III.   Tujuan                        : Mengenal beberapa macam alat yang sederhana.
IV.   Dasar teori
Kimia dari bahasa arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa yunani χημεία khemeia alkimia adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengteetahuan disebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antar atom.
Beberapa alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum kimia adalah atbung reaksi, penjepit, pengaduk gelas, corong, gelas arloji, gelas ukur, gelas piala, erlenmeyer, pipet gondok, pipet ukur, pipet tetes, labu ukur, buret, bol pipet. Dengan bahan-bahan seperti HCl (asam klorida) NaOH (Natrium hidroksida) dan asam oksaloasetat. Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan zat-zat kimia di dalam laboratorium. Tabung reaksi terbuat dari kaca yang bersifat tahan panas dan dapat dipanaskan. Dengan tabung reaksi ini kita dapat melihat reaksi-reaksi kimia dengan jelas karena kacanya yang bening.Penjepit terbuat dari kayu, digunakan untuk menjepit tabung reaksi pada saat pmanasan. Pengaduk gelas digunakan untuk mengaduk suatu larutan atau campuran kimia pada melakukan reaksi kimia. Digunakan juga untuk menolong pada waktu menuangkan/mendekantir cairan dalam proses penyaringan. Corong biasanya terbuat dari gelas namun ada juga yang terbuat dari plastik. Digunakan untuk membantu memasukkan/menuangkan cairan kedalam suatu wadah dengan mulut sempit, seperti: labu ukur, botol, buret, dsb.
Gelas arloji terbuat dari gelas, digunakan untuk tempat zat yang akan ditimbang. Gelas ukur berupa gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukuran mulai dari 10 ml sampai 2 L. Digunakan untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu. Alat ini punya skala, tersedia bermacam-macam ukuran. Tidak boleh digunakan untuk mengukur larutan/pelarut dalam kondisi panas.
Gelas piala disebut juga gelas beker. Ala ini bukan alat pengukur (walaupun terdapat skala, namun ralatnya cukup besar). Digunakan untuk tempat larutan dan dapat juga untuk memanaskan larutan kimia. Untuk menguapkan solven/pelarut atau untuk melekatkan. Terdapat berbagai ukuran dari 25 ml sampai 5 l.
Erlenmeyer terbuat dari kaca. Digunkana untuk tempat zat yang di titrasi. Kadang-kadang boleh digunakna untuk memanaskan larutan tetapi bukan sebagai alat pengukur. Zat yang digunakan untuk mentitrasi (titraan) ditempatkan dalam buret dan dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui keran. Volume dari zat yang dipakai dapat dilihat dari skala.
Pipet gondok pada bagian tengahnya ada sebagian yang memebesar (gondok). Ujung yang runcing digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu secara tepat. Alat ini lebih tepat daripada gelas ukur. Ukurannya juga bermacam-macam. Digunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan.
Pipet ukur berbeda dengan pipet gondok, pipet ini bagiannya sama. Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu. Mempunyai ukuran berbeda, dan mempunyai skala. Gunakan propipet atau pipet pump untuk menyedot larutan, jangan dihisap dengan mulut. Pipet tetes berupa pipet kecil yang terbuat dari kaca atu plastik dengan ujung bawah yang meruncing serta ujung atasnya ditutup karet. Berguna untuk mengambil cairan dalam skala tetesan kecil.
Labu ukur terbuat dari gelas, dengan bagian bawahnya mengembang, dasar rata dan leher kecil dengan satu garis tanda Digunkan untuk mengukur sejumlah volume tertentu yang nantinya hanya digunakan dalam ukran yang terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet. Memiliki kapasitas 5 ml – 5 l dan biasanya instrumen ini digunakan untuk mengencerkan zat tertentu hingga batas leher labu. Untuk zat berwarna penambahan aquades hingga dasar meriskus yang menyentuh leher labu/meriskus berada di atas garis leher.
Buret adalah sebuah peralatan gelas laboratorium berbentuk silinder yang memiliki garis ukur dan sumber keran pada bagian bawahnya. Ia digunakan untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam eksperimen yang memerlukan presisi, seperti eksperimen titrasi. Buret terbuat dari gelas. Mempunyai skala dan keran. Digunakan untuk melakukan titrasi. Zat yang digunakan untuk mentitrasi ditempakan dalam buret, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit melalui keran volume dari zat yang dipakai dan dilihat pada skala.
Asam-klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat dan merupakan komponen utama dalam asam lambung, Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam-klorida harus ditangani dengan mewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.
Natrium-klorida (NaOH) juga dikenal sebagai soda kuastik atau sodium hidroksida, adalah sejenis basa logam kuastik. Natrium hidroksida dari oksida basa natrium klorida dilarutkan dalam air. Natrium hidrksida membentuk larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Digunakn sebagai basa dalam proses produksi bubur kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan detergen. Natrium hidroksida adalah basa yang paling umum digunakan dalam laboratorim kimia. Asam-oksaloasetat adalah molekul yang memiliki empat asam karbon, hingga menghasilkan siklus asam sitrat, dimulai dengan satu molekul H2O, melepaskan gugus –A, dan mendonorkan dua atom karbon yang tersisa dalam bentuk gugus asetil kepada asam oksaloasetat hingga menghasilkan asam sitrat dengan enam atom karbon.



V.      Alat dan Bahan
Alat yang dibutuhkan adalah, antara lain sebagai berikut:
A.    Alat
1.      Tabung Reaksi.                  2 buah
2.      Penjepit.                            1 buah
3.      Pengaduk Spatula.                        1 buah
4.      Corong.                             1 buah
5.      Gelas Arloji.                      1 buah
6.      Gelas Ukur                        1 buah
7.      Gelas Piala.                        1 buah
8.      Erlenmeyer.                       1 buah
9.      Pipet :                                3 buah, antara lain sebagai berikut:
-          Pipet Gondok.
-          Pipet Ukur.
-          Pipet Tetes {Pasteur)
10.  Labu Ukur.                        1 buah
11.  Buret.                                1 buah
12.  Bol Pipet                           3 buah
B.     Bahan
1.      HCl                                  secukupnya
2.      H2SO4                               secukupnya
3.      NaOH                              secukupnya






VI.  Hasil Pengamatan
A.    Alat
NO
Nama Alat
Gambar
Keterangan
1
Tabung Reaksi
Terbuat dari gelas, digunakan untuk mereasikan zat-zat kimia dalam jumlah sedikit.
2
Penjepit
Terbuat dari kayu atau kawat,       fungsinya untuk memegang tabung reaksi pada pemanasan.
3
Pengaduk
Funsinya untuk mengaduk campuran atau zat-zat kimia pada waktu melakukan reaksi-reaksi kimia.
4
Corong
Terbuat dari gelas, digunakan untuk membantu memasukan air pada tempat yang sempit mulutnya, seperti: botol, labu ukur, buret, dan sebagainya.
5
Gelas Arloji
Terbuat dari gelas, dengan bentuk agak cembung yang berfunsi sebagai penimbang zat yang berbentuk kristal.
6
Gelas Ukur
Berfunsi untuk mengukur volume zat kimia dalam bentuk cair.
7
Gelas Piala
Berfungsi untuk tempat larutan dan dapat untuk memanaskan larutan-larutan zat kimia.
8
Erlenmeyer
Alat ini bukan alat pengukur, digunakan untuk empat zat yang di titrasi.
9
Pipet



Pipet Volume
index1
Digunakan untuk mengambil larutan dalam jumlah yang kecil.

Pipet Ukur
clip_image0405
Digunakan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu.

Pipet Tetes
734434_alat118
Digunakan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu secara tepat.
10
Labu Ukur
Terbuat dari gelas, digunakan untuk mengukur sejumlah volume tertentu cairan yang tepat.
11
Buret
Terbuat dari gelas, yang mempunyai sekala dan kran, digunakan untuk melakukan titrasi.
12
Bol Pipet
clip_image0201
  1. Memasukan dan mengeluarkan cairan dalam pipet.
s.       Menyedot cairan atau udara.
e.       Mengeluarkan cairan atau udara.
B.     Bahan
No
Nama Bahan
Keterangan
1
HCl (Hydrochloric-acid;asam-khlorida)
Yaitu, larutan akuatik dari gas hidrogen klorida yang menyebabkan luka bakar dan dermatitis, bahan ini memiliki berat molekul 36,45.
2
H2SO4 (Sulfuric-acid; asam-sulfat)
Yaitu, bahan kimia yang berbahaya karena bersifat korosit, higroskopis, dan bersifat membakar, bahan ini memiliki berat molekul 98,08.
3
NaOH (Sodium-bydroxida; natrium-hidroksida)
Yaitu, bersifat higroskofis, dan mudah menyerap gas karbon dioksida,bahan ini memiliki berat molekul 40,01.

Berikut ini beberpa simbol tingkat bahaya suatu bahan:
No
Nama Bahan
Gambar
Keterangan
1
Toxic
Beracun
2
Extremily Tlommable
Mudah terbakar
3
Explosive
Mudah meledak






















VII.      Pembahasan
Sebelum melakukan praktikum kita harus mengatahui nama-nama alat, bentuk alat,  fungsi alat dan bahan-bahan yang digunakan. Agar praktikan mengerti cara penggunaan dan bahaya bahan-bahan yang akan digunakan. Pengenalan bahan ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi tentang  bahan kimia yang sifatnya sangat berbahaya. Banyak bahan kimia yang harus ditangani dengan hati-hati. Karena bahan yang digunakan dalam praktikum ini perlu mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang dapat mengganggu kesehatan. Bahan-bahan kimia tersebut antara lain sebagai berikut :
Hcl ( Hydrochloric-acid; asam-khlorida ), adalah gas yang tidak berwarna yang berbentuk kabut putih, memiliki berat molekul 36,45. Bahan-bahan kimia ini sangat berbahaya bagi kita karena dapat menyebabkan luka bakar dan dermanitis atau kulit melepuh, demikian juga uapnya dapat menyebabkan hal yang sama.H2SO4 (Sulfuric-acid; asam-sulfat ) yang mempunyai berat molekul 98,08 ini sangat berbahaya karena dapa merusak jaringan tubuh, sangat bersifat korosit, higroskopis dan bersifat membakar bahan organik. Untuk pengenceran asam sulfat perlahan-lahan dalam air maupun alcohol dengan menimbulkan panas dan penyusutan volume.
NaOH ( Sodium-Hydroxida; natrium-hidroksida;caustic soda ). Yang memiliki berat molekul 40,01  bersifat higroskopis , dan mudah menyerap gas karbon dioksida  ( CO2 ). NaOH adalah sejenis basa logam kuastik yang berbentuk dari oksida basa. NaOH dilarutkan kedalam air dan brwarna putih, NaOH sangat banyak digunakan untuk bahan campuran zat kimia yang biasanya di pakai  sebagai penelitian – penelitian didalam laboratorium yang dilakukan oleh para ahli sebagai zat campuran pembuatan larutan ataupun sebagai campuran untuk bahaan kimia, karena NaOH mempunyai banyak multi fungsi  dalam berbagai bidang terutamma bidang industri.
Peralatan yang kita pakai dalam praktikum pasti terkontaminasi dengan bahan kimia yang kita gunakan. Maka dari itu setelah kita melakukan praktikum peralatan yang kita pakai harus dicuci. Hal ini dimaksudkan agar kita menjaga kebersihan dari alat-alat tersebut. Agar  untuk penggunaan dalam praktikum selanjutnya terasa nyaman apabila peralatan yang kita gunakan tersebut dalam keadaan bersih. Cara membersihkannya, yaitu dengan mencuci alat-alat tersebut dengan menggunakan air bersih, hal ini dilakukan agar praktikan bisa mengerti cara-cara perawatan pada alat-alat praktikum kimia dasar.
Hal itu dilakukan senantiasa untuk memberikan pemahaman kepada praktikan agar bisa membiasakan selalu menjaga alat-alat dan bahan praktikum kimia yang sangat rentan dan sifatnya sangat berbahaya, karena kebanyakan alat-alat kimia yang dipakai terbuat dari bahan-bahan yang mudah pecah, karena alat-alat yang digunakan terbuat dari kaca. Dengan adanya pengenalan alat-alat praktikum kimia dasar ini di harapkan praktikan  tidak salah dalam penggunaan dan bisa memahami serta menggunakannya untuk kegiatan praktikum selanjutya.












VIII.   Kesimpulan
Berdasarkan dari praktikum pengenalan alat dan bahan maka  kita dapat menyimpulkan beberapa hal antara lain sebagai berikut :
1.    Kita dapat mengenal alat dan bahan yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum.
2.    Setiap alat mempunyai  fungsi dan bentuk yang berbeda.
3.    Dalam kegiatan praktikum kita harus hati-hati dalam  menggunakan alat dan bahan, karena kalau tidak akan berakibat fatal.
4.     Kita dapat mengetahui berat molekul sifat dan  fungsi dari bahan yang akan kita gunakan.
5.    Alat yang akan digunakan terbuat dari bahan yang berbeda-beda.














DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012, petunjuk Praktikum Kimia Dasar, Laboratoraium Kimia;
INSTIPER.
Fessenden, 1997, Kimia Organik. Jakarta; Erlangga.
Parker, Stift, 2008, Dunia Sains Kimia dan Perubahannya, Jakarta; karisma  

Ralp. H. 1997, Kimia Dasar, Jakarta; Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar